Terpengaruh opini orang lain

Mengapa kita mudah terpengaruh opini orang lain? 


Seseorang memberi opini

Sumber gambar: pixel 
Sumber: Solomon Asch’s Conformity Experiments, Bandwagon Effect

Yang kita tau dalam kehidupan sehari hari, kita selalu mendengar dan tidak terlepas dari opini orang lain. Entah itu dari keluarga, teman, bahkan orang asing di media sosial. Semua orang memiliki pandangan yang bisa mempengaruhi orang lain berpikir bahkan mengambil keputusan. Tidak jarang seseorang merasa dirinya bebas memilih, padahal tanpa mereka sadari banyak keputusan di buat karena terbawa arus oleh orang lain. 


Mengapa manusia begitu mudah terpengaruh opini orang lain? 

Jawaban pertanyaan di atas ini bisa di temukan dalam psikologi sosial, yang mengamati hubungan antara prilaku, pikiran, dan perasaan manusia dengan lingkungannya. 


Konformitas: kebutuhan untuk di terima

Salah satu alasan mengapa manusia mudah terpengaruh dengan opini orang lain konformitas. Konformitas merupakan suatu jenis pengaruh sosial ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada.

Dalam psikologi, manusia di pandang sebagai makhluk sosial yang secara alami membutuhkan penerimaan dan pengakuan di lingkungan. Manusia akan lebih di akui jika berada di kelompok yang sama pemikirannya, sebaliknya ketika berbeda pendapat sering muncul rasa takut di tolak, diejek, atau bahkan di bilang aneh dengan lingkungan nya. 

Contoh sederhana konformitas membawa buah atau makanan saat menjenguk orang sakit, mencontek yang pintar saat ujian karena melihat orang lain melakukanya dan merasa jawaban orang itu benar, dari kedua contoh sederhana itu munculah perasaan ikut ikutan. Hanya dengan orang lain melakukan dan manusia yang lain jadi ikut melakukannya. 


Tekanan sosial

Selain konformitas ada pula tekanan sosial. Tekanan ini muncul ketika mayoritas orang di sekitar kita berpegang pada opini orang lain, sehingga kita merasa sulit untuk menentang. 


Efek bandwagon

Fenomena psikologi sosial ini di mana individu cenderung mengikuti suatu tren, ide, atau prilaku karena banyak orang lain melakukanya, tanpa melakukan analisis kritis atau berpikir rasional. Contohnya bisa kita lihat dalam kehidupan sehari hari seperti tren di media sosial, dunia politik, bahkan lingkungan sekitar. 


Faktor psikologi yang mempengaruhi

Ada beberapa faktor kenapa seseorang lebih rentan terpengaruh oleh opini orang lain:

1. kurang kepercayaan diri

Ketika seseorang tidak percaya dengan dirinya akan muncul keraguan, ia akan cenderung mencari validasi dari luar. Opini orang lain akan menjadi pegangan yang dia anggap benar dari pada menurut pendapat sendiri. 

2. Rasa takut berbeda sendiri

Naluri manusia untuk bertahan hidup mendorong seseorang untuk tetap bersama kelompok, perbedaan akan memunculkan rasa tidak nyaman dan keraguan, sehingga banyak manusia lebih memilih mengikuti dari pada berbeda sendiri. 

3. Pengaruh media sosial

Di era digital seperti saat ini opini menyebar sangat cepat, sayangnya banyak opini yang sifatnya emosional bukan faktual, sehingga manusia lebih terbawa hanya lewat jumlah like atau dukungan komentar bukan di lihat dari fakta yang terjadi. 


Dampak positif dan negatif

Terpengaruh dengan opini orang lain tidak sepenuhnya buruh. Ada beberapa dampak positif yang bisa muncul, seperti:

  • Mendorong solidaritas dan rasa kebersamaan. 
  • Terbentuknya norma sosial yang mendukung keteraturan. 
  • Menggerakkan perubahan sosial yang besar.
  • Mendorong pertumbuhan dan pembelajaran diri. 
Tapi, ada juga dampak negatif harus diwaspadai:

  • Melemahkan berpikir kritis dan rasa percaya diri karena hanya ikut ikutan tanpa analisis. 
  • Menyebabkan keputusan salah, semisal membuat konten berbahaya hanya karena populer. 
  • Membuat rentan terhadap berita palsu dan manipulasi.
  • Tidak mengalami secar langsung  hanya menurut seseorang dia benar berarti apa yang di katakan itu benar. 

Cara menghadapai pengaruh opini orang lain

Sebenar agar tidak terbawa arus opini orang lain ada beberapa langkah psikologi yang bisa di terapkan:

Latih berpikir kritis:
Bedakan antar fakta dan opini, ini melibatkan kemampuan untuk menafsirkan, mengevaluasi mempertanyakan asumsi, dan menilai argumen untuk membuat keputusan yang tepat berdasarkan logika dan bukti. 

Bangun kepercayaan diri:
Pengalaman dan pengetahuan adalah dasar yang kuat untuk percaya pada diri sendiri. Semakin banyak belajar, semakin berkurang ketergantungan oleh opini orang lain. Selalu kenali dan hargai diri anda sendiri, jadikan pengalaman sebagai tempat belajar, menambah pengetahuan, melatih skill, dan membangun kepercayaan diri. Sadari bahwa setiap manusia itu memiliki kekurangan dan itu akan membuat kita berpikir bahwa setiap manusia tidak selalu benar. 

Benari berbeda:
Tidak ada salahnya punya pandangan yang berbeda, selama di dasari dengan bukti dan alasan yang logis, menghargai pendapat orang lain tidak berarti harus selalu ikut. 

Batasi konsumsi media sosial:
Terlalu banyak mengambil informasi pikiran akan mudah bingung, gunakan media sosial untuk mencari informasi yang terpercaya dan kurangi waktu untuk membaca komentar yang tidak bermanfaat. Jangan jadikan jumlah like sebagai bukti bahwa konten itu terpercaya tetapi lihat dari nila konten itu sendiri. 

Yang kita tau sekarang ini, opini setiap orang akan selalu ada dalam hidup kita. Namun, kendali sepenuhnya tetap ada di diri kita sendiri, jangan biarkan suara orang lain menenggelamkan suara hati dan logika. 
Psikologi mengajarkan bahwa manusia sehat secara mental adalah mereka yang mampu mendengar opini orang lain dengan terbuka, tapi tetap harus berpikir mandiri dan bisa mengontrol dalam mengambil keputusan. 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama