Mengapa kita mudah terpengaruh opini orang lain?
Yang kita tau dalam kehidupan sehari hari, kita selalu mendengar dan tidak terlepas dari opini orang lain. Entah itu dari keluarga, teman, bahkan orang asing di media sosial. Semua orang memiliki pandangan yang bisa mempengaruhi orang lain berpikir bahkan mengambil keputusan. Tidak jarang seseorang merasa dirinya bebas memilih, padahal tanpa mereka sadari banyak keputusan di buat karena terbawa arus oleh orang lain.
Mengapa manusia begitu mudah terpengaruh opini orang lain?
Jawaban pertanyaan di atas ini bisa di temukan dalam psikologi sosial, yang mengamati hubungan antara prilaku, pikiran, dan perasaan manusia dengan lingkungannya.
Konformitas: kebutuhan untuk di terima
Salah satu alasan mengapa manusia mudah terpengaruh dengan opini orang lain konformitas. Konformitas merupakan suatu jenis pengaruh sosial ketika seseorang mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma sosial yang ada.
Dalam psikologi, manusia di pandang sebagai makhluk sosial yang secara alami membutuhkan penerimaan dan pengakuan di lingkungan. Manusia akan lebih di akui jika berada di kelompok yang sama pemikirannya, sebaliknya ketika berbeda pendapat sering muncul rasa takut di tolak, diejek, atau bahkan di bilang aneh dengan lingkungan nya.
Contoh sederhana konformitas membawa buah atau makanan saat menjenguk orang sakit, mencontek yang pintar saat ujian karena melihat orang lain melakukanya dan merasa jawaban orang itu benar, dari kedua contoh sederhana itu munculah perasaan ikut ikutan. Hanya dengan orang lain melakukan dan manusia yang lain jadi ikut melakukannya.
Tekanan sosial
Selain konformitas ada pula tekanan sosial. Tekanan ini muncul ketika mayoritas orang di sekitar kita berpegang pada opini orang lain, sehingga kita merasa sulit untuk menentang.
Efek bandwagon
Fenomena psikologi sosial ini di mana individu cenderung mengikuti suatu tren, ide, atau prilaku karena banyak orang lain melakukanya, tanpa melakukan analisis kritis atau berpikir rasional. Contohnya bisa kita lihat dalam kehidupan sehari hari seperti tren di media sosial, dunia politik, bahkan lingkungan sekitar.
Faktor psikologi yang mempengaruhi
Ada beberapa faktor kenapa seseorang lebih rentan terpengaruh oleh opini orang lain:
1. kurang kepercayaan diri
Ketika seseorang tidak percaya dengan dirinya akan muncul keraguan, ia akan cenderung mencari validasi dari luar. Opini orang lain akan menjadi pegangan yang dia anggap benar dari pada menurut pendapat sendiri.
2. Rasa takut berbeda sendiri
Naluri manusia untuk bertahan hidup mendorong seseorang untuk tetap bersama kelompok, perbedaan akan memunculkan rasa tidak nyaman dan keraguan, sehingga banyak manusia lebih memilih mengikuti dari pada berbeda sendiri.
3. Pengaruh media sosial
Di era digital seperti saat ini opini menyebar sangat cepat, sayangnya banyak opini yang sifatnya emosional bukan faktual, sehingga manusia lebih terbawa hanya lewat jumlah like atau dukungan komentar bukan di lihat dari fakta yang terjadi.
Dampak positif dan negatif
Terpengaruh dengan opini orang lain tidak sepenuhnya buruh. Ada beberapa dampak positif yang bisa muncul, seperti:
- Mendorong solidaritas dan rasa kebersamaan.
- Terbentuknya norma sosial yang mendukung keteraturan.
- Menggerakkan perubahan sosial yang besar.
- Mendorong pertumbuhan dan pembelajaran diri.
- Melemahkan berpikir kritis dan rasa percaya diri karena hanya ikut ikutan tanpa analisis.
- Menyebabkan keputusan salah, semisal membuat konten berbahaya hanya karena populer.
- Membuat rentan terhadap berita palsu dan manipulasi.
- Tidak mengalami secar langsung hanya menurut seseorang dia benar berarti apa yang di katakan itu benar.
Cara menghadapai pengaruh opini orang lain
